Usia 40 Tahun, Fase Kematangan Diri (Tadabur QS al ahqaf:15)

Dalam hadis disebutkan bahwa usia umat Nabi Muhammad shalallah ‘alaihi wa sallam pada umumnya berkisar antara 60 – 70 tahun. Jarang yang sampai melebihi itu.

Sebelum seseorang mencapai usia tersebut. Ia akan melewati fase terpenting dalam hidupnya, yaitu usia 40 tahun, separuh lebih sedikit dari umur pada umumnya.

Life begins at fifty. Fase paling krusial dan penting. Jika sukses melewatinya dgn baik, maka kelanjutannya akan berjalan gemilang hingga kematian menghentikan umurnya.

Sejarah mencatat ttg usia 40, dimana Rasulullah saw diberikan mandat Kerasulan pd usia beliau 40 tahun. Demikianpula para sahabat radhiyallah ‘anhumrata-rata usia 40 tahunan saat puncak-puncaknya membela dakwah Rasulullah saw. Dalam kehidupan sekarang pun kita banyak mendapatkan banyak orang mereguk kesuksesan pada usia tersebut.

Usia 40 tagun merupakan umur satu-satunya yang disebutkan dalam Alquran. Ini mengindikasikan keistimewaan usia 40 tahun.

Waktu 40 tahun menjalani hidup seolah hanya sekejap, maka sisa usia pun akan tak terasa habis begitu saja mencapai gerbang kematian, bila tidak memanfaatkannya untuk prestasi karya terbaik dalam amal kebajikan dan bekal takwa yang memadai.

 Namun sayang, masih banyak orang yang menghabiskan sisa umurnya untuk nongkrong-nongkrong di pinggir jalan, kafe, begadang tanpa makna dan perbuatan sia-sia lainnya (mubadzir).  Bahkan tidak sedikit yang masih bergelimang maksiat dan dosa, tanpa berusaha untuk segera memulai bertaubat nasuha kembali kepada jalan hidayah.

Usia 40 tahun disebutkan dalam ayat berikut. Allah Ta’ala berfirman, artinya:

 “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN ia berdoa, ‘Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (QS. Al Ahqaf: 15)

Pada usia 40 akal manusia berada pada puncak kecemerlangannya dan hendaknya lebih disibukkan dengan perkara akhirat, serta tidak lagi bisa dimaklumi dan diterima alasan apapun darinya bila tetap bermaksiat dan membangkang kepada Allah.

Berdasarkan ayat di atas, ciri kematangan spiritual usia 40 tahun sebagai berikut;

1. Berbakti kepada kedua orangtua.

2. Gemar bersyukur.

3. Produktif dalam amal saleh yang diridhai Allah

4. Fokus pada proyek kesalehan anak dan keturunan

5. Banyak bertaubat dan evaluasi diri.

6. Berpasrah total kepada Allah

Mari dalami sedalam-dalamnya diri kita masing-masing, sempatkan jeda waktu dikeheningan malam untuk berusaha menarik diri kita kembali kepada hakikat “ubudiyah” kita selaku insan telah diciptakan untuk mengabdi kepada penciptanya.

Penutup, Pastikan diri kita sudah matang spiritual dengan kriteria Alquran tersebut diatas.

Wallahu waliyyu taufiq.

Penulis : H. Nasrullah., LC., MH

Bila ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa melalui email beliau nasrul.kng@gmail.com . Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *