Tutupnya Dua Peradaban Besar Pra-Kenabian, Quran Penerang Peradaban

Ketika itu, bumi ini tengah dipimpin oleh dua peradaban besar. Di sisi barat bumi imperium romawi menguasai seluruh daratan eropa sampai negeri syams yang terletak di utara arab, juga kebawa di sebagian wilayah afrika. Peradaban yang dipimpin oleh nasrani dengan Kaisar sebagai pemimpinnya, yang itupun terbagi menjadi dua bagian, Romawi barat oleh Kristen katolik yang berpusat di kota Roma, Italia hingga hari ini. Romawi timur yang dikuasai oleh Kristen Orthodox yang berpusat di kota Konstantinopel, atau Istanbul Turki hari ini.

Sementara di sisi timur, cengkraman peradaban Persia membentang di daratan asia. Peradaban kaum majusi atau mereka yang menyembah api, dengan Kisra sebagai pemimpinnya. Kedua imperium besar tersebut, sama-sama membangun peradaban manusia pada zamannya, membangun infrastruktur hebat nan megah, membangun system pemerintahan, membuat aturan dalam kehidupan, namun mereka zholim terhadap manusia. Keduanya sama-sama meluaskan wilayah kekuasaan, melebarkan sayap pengaruhnya keseluruh antero negeri.Mereka saling berperang, mencaplok wilayah satu sama lain, mereka saling berperang satu sama lain untuk kekuasaan.

Di tengah-tengah mereka, di tengah dua peradaban besar itu ada sebuah wilayah yang tidak diperhitungkan, tidak diminati oleh keduanya, bahkan dilirik pun tidak. Itulah jazirah arab, suatu wilayah yang tandus, gersang, tidak ada sumber daya alam yang diminati.  Karena saat itu teknologi belum seperti hari ini, minyak belum ditemukan dan menjadi energy yang menggiurkan. Ketika itu jazirah arab hanyalah wilayah gurun, diisi oleh masyarkat jahiliyah, hidup dalam kebodohan dan kemaksiatan, masyarakat ummiy, masyarakat yang tidak pandai baca tulis. Maka amat wajar bagi para penguasa dunia melewatkan daerah itu.

Hingga pada suatu hari, seorang putra Mekah, putra Quraisy, Muhmmad bin Abdullah sallallahu ‘alaihiwassalam, menepi ke gua hira. Beliau melihat keadaan negerinya dari ketinggian, beliau merenungi kondisi kaumnya yang berada dalam kerusakan.Beliau resah, melihat masyarakat yang rusak, yang hidup dengan penuh maksiat, minimnya keadilan, yang kuat menindas yang lemah, lupa pada Rabb semesta alam, menggantinya dengan sesembahan yang dibuat oleh tangan manusia, jelas tidak cocok dengan logika.tentu saja karena beliau orang baik sejak kecil, orang yang baik tidak akan betah berada di lingkungan yang rusak, Namun beliau tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya, beliau tidak tau bagaimana harus merubahnya, beliau tidak tau harus mulai dari mana.

Sampai datanglah Jibril alaihisalam yang diutus oleh Allah, menyampaikan pada beliau berita kenabian, menyampaikan wahyu, mengajarkan Al Quran. Yang mana dengan AL Quran itulah atas izin Allah, Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihiwassalam, sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti merubah sebuah keadaan.Memperbaiki manusia, memperbaiki peradaban.

Dengan alquran, beliau mengubah manusia yang lemah menjadi kuat

Dengan alquran, beliau merubah manusia yang pengecut menjadi pemberani

Dengan alquran beliau merubah manusia yang awalnya tidak berdaya menjadi berjaya

Dengan alquran beliau merubah negeri yang rusak menjadi negeri yang maju

Selama 23 tahun beliau habiskan sisa umurnya, untuk menyampaikan islam, menanamkan iman, dengan bimbingan alquran beliau menerangi manusia dengan cahaya. Hingga diteruskan pada masa penerus beliau, Umar bin Khattab, dua peradaban besar ditutup, peradaban Persia yang zholim bahkan pada masyarakatnya sendiri dibebaskan oleh Umar, dengan panglimanya Sa’ad bin Abi Waqash seorang sahabat mulia yang juga termasuk 10 orang yang diberitakan mendapatkan jaminan surga.

Dimasa Umar juga, dengan panduan quran juga, Umar membuka sebagian wilayah Romawi di negeri Syams, dan membebaskan Masjid Al Aqsa besertaPalestina. Dengan kesederhanaan Umar sang pemimpin yang pakaiannya saja bertambal, izin Allah atas membebaskan Masjidil Aqsa dari keangkuhan Romawi dengan bimbingan Al Quran

Tidakkah kita lihat bagaimana sejarah memberikan kita sebuah pelajaran, bukalah lembaran-lembaran lama, bagaimana umat ini mencapai masa jayanya, dan bagaimana umat ini bergerak menuju kehancuran. Bukankah founding Father kita berpesan JASMERAH? Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kalau kita tidak belajar dari sejarah, makasejarah yang akan mengajari kita. Sejarah kita gemilang, ketahuilah kita baru hanya tidak memimpin bumi selama seratus tahun terakhir ini saja.Sebelumnya? Berabad-abad kitalah umat yang terdepan, dengan cahaya quran kita mengurus dunia ini menjadi lebih baik. namun ketika kita meninggalkan Quran, sibuk dengan dunia, Allah tidak berikan lagi dunia di genggaman kita.

Lihatlah bagaimana Quran merubah keadaan, quran memperbaiki peradaban. Hari ini bagaimana interaksi kita dengan Quran? Kapan terakhir kali kita membaca quran? Kapan terakhir kali kita mentadabburinya? Kapan terakhir kali kita berusaha mengamalkannya?Mengamalkan setiap ayat yang kita baca?

Apakah kita masih larut dalam hiruk pikuk dunia yang tiada ujungnya?Bukankah Rasul bersabda “khoirukummanta’alamalquranwa ‘allamahu” (sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkannya) Padahal jelas kita ketika kita fokus pada akhirat, fokus pada quran Allah berikan pada kita dunia yang sementara ini, dunia yang bagi Allah ini tidak ada harganya. Mudah bagi Allah merubah sebuah keadaan, namun sayang kita berpaling pada Allah dan lalai pada Al Quran.

Penulis: Abu Musa Muhammad Randi

Bila ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa melalui email beliau randirowley@gmail.com . Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *