Miqdad bin Amr, Memacu Kudanya di jalan Allah

Kalau hari ini orang-orang ramai memacu kayuh sepedanya untuk berkeringat atau sekedar melepas penat, ketika itu Miqdad memacu kudanya untuk berjuang di jalan Allah. Miqdad bin Amr radhiyallahu’anh adalah seorang pemuda yang tangkas, cerdas, cekatan, dan gagah berani. Dia berada di etape awal dalam islam.  Orang yang ketujuh  menyatakan keislamannya secara terus terang, sehingga menjadi bulan-bulanan kafir Quraisy ketika itu yang snewen terhadap siapa saja dan apa saja yang membawa islam.

Sebagai seorang pemuda, Miqdad hidup dengan keberanian layaknya ksatria. Di tengah kondisi masyarkat yang rusak, Miqdad dengan kegagahannya masuk islam dan mengikuti kebenaran meskipun mendapat penindasan. Sepak terjangnya di Perang Badar membuat decak kagum banyak orang. Dialah prajurit berkuda pertama dalam islam.

Ketika Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam membawa pasukan ke Badar untuk menghadapi kafir Quraisy, mayoritas sahabat berjalan kaki atau naik unta dengan perlengkapan perang seadanya. Sementara itu Miqdad menunggangi kudanya sebagai tambahan kekuatan bertempur, bersama Martsad bin Abu Martsad dan juga Zubair bin Awwam. Ketika peperangan mulai berkecamuk, dengan kelihaiannya, dia melesat menerjang musuh dan mengalahkannya satu persatu atas izin Allah. Kuda ketika itu merupakan kekuatan tempur tersendiri, ibarat Tank hari ini, kuda tidak hanya sebagai tunggangan tapi juga bisa digunakan untuk menyerang musuh.

Di sisi lain, selain jiwanya ksatrianya, yang menjadikannya seorang prajurit kavaleri yang tangguh. Miqdad juga ternyata merupakan seorang filsuf. Terlihat jelas dalam bagaimana dia memaknai hidup. Dalam berbagai kesempatan dia mengemukakan buah pikirannya dari relung hati yang terdalam yang diliputi dengan ketaqwaan pada Allah. Di antara kalimatnya yang menawan adalah ketika saat persiapan perang badar. Ketika itu Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam mengajak para sahabat bermusyawarah, dan terlihat ada keraguan pada muslimin saat itu. setelah Abu Bakar dan Umar bin Khattab berbicara memberikan yang menentramkan dan menakjubkan, Miqdad memberikan diri angkat suara untuk menghibur dan meyakinkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam.

Miqdad pun berkata ketika itu, “Wahai Rasulullah, laksanakanlah apa yang dititahkan Allah, dan kami akan bersamamu. Demi Allah kami tidak akan berkata seperti yang dikatakan Bani Israil kepada Musa, ‘pergi dan berperanglah kamu bersama Tuhanmu, sedangkan kami akan duduk menunggu di sini,’ Tetapi kami akan  mengatakan kepadamu, ‘Pergi dan berperanglah engkau bersama Tuhanmu, dan kami akan ikut berjuang bersamamu.’ Demi Dzat yang telah mengutusmu membawa kebenaran! Seandainya engkau membawa kami ke dalam lautan lumpur, kami akan berjuang bersamamu dengan tabah hingga mencapai tujuan, dan kami akan bertempur di sebelah kanan dan di sebelah kirimu, di bagian depan dan di bagian belakangmu, hingga Allah memberikan kemenangan kepadamu.”

Masyaa Allah.. sungguh sosok yang luar biasa, banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah tokoh kita yang satu ini. Mudah-mudahan kita bisa menjadikan setiap kegiatan kita untuk sarana  ketaqwaan kita pada Allah ya bro.

Penulis: Abu Musa Muhammad Randi

Bila ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa melalui email beliau randirowley@gmail.com . Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *