Kerugian Terbesar

“Sungguh Kami telah turunkan kepada kalian sebuah Kitab, didalamnya ada Kemuliaan Kalian.” Al Anbiya:10

Sahabat Ibnu Abbas ra, Imam Thobari, dan mayoritas para ulama tafsir mengartikan lafadz “dzikrukum” pada ayat diatas dengan kemuliaan, kejayaan, nama baik (kehormatan). Maksudnya ialah maqom, kedudukan tinggi, unggul diatas bangsa-bangsa lain. Dalam urusan dunia maupun akhirat. Makna ayat tersebut diperkuat oleh ayat lain dalam surat al Dzukhruf ayat 44: “sungguh ia (al Quran) adalah kemuliaan bagimu dan kaummu.”

Sebagian ulama lainmengartikannya dengan pelajaran, peringatan, hikmah dan dzikir.

Langkah ideal adalah memadukan kedua tafsir diatas bahwa Al quran merupakan syariat, pelajaran, dan hikmah, sekaligus faktor kejayaan dan kemuliaan.

AlQuran adalah kitab terbaik yg tantangannya belum bisa dikalahkan oleh kitab atau buku manapun di dunia ini hingga kini. Ia turun dari Allah yang Maha Sempurna, dibawa oleh Jibril malaikat terbaik utk disampaikan kepada manusia terbaik Muhammad SAW, utk dibacakan dan diajarkan kepada umat terbaik umat Islam dan juga seluruh manusia dan jin, pada malam terbaik di lailatul qadar, di tempat terbaik tanah haram Mekkah dan haram Nabawi Madinah dan sekitar keduanya atau di tempat-tempatyang pernah dilewati Rasulullah dan turun wahyu saat itu kepada beliau.

Pada segala aspek dan seluruh perkara yang berhubungan dengan AlQuran dijamin adalah yg terbaik dan menghadirkan perasaan yang luarbiasa, hati khusyu’ dan lembut dalam zikir dan hidayah Allah. (Az Zumar : 23)

Sehingga pantaslah Allah mengklaim tdk ada keraguan sedikitpun di dalamnya sebagai petunjuk bagi orang2 yg bertakwa. (Al Baqarah; 2)

Dengan segala keistimewaan itu, tentu semua orang yg berakal dan ingin mulia pasti bertekad menjadi ahli AlQuran, pengamalnya, penggemarnya, pengajar yang mengajarkan tentangnya, pejuangnya, penghafalnya, penjaganya, dan pewarisnya. Alangkah berbahagia, beruntung dan mulianya orang yg memiliki predikat-predikat tersebut. Kita semua mendambakan jadi bagian dari mereka para Ahlul Quran.

Kita berlindung kepada Allah dari kondisi “dipalingkan” dari Al Quran. Karena itu merupakan kerugian terbesar dalam hidup. Baik sebagai individu maupun masyarakat, dan bangsa.

Berpaling dari al Quran bisa terjadi dalam beragam bentuk; tidak beriman sungguh-sungguh kepada Al-Quran, tidak membacanya, tidak mengkaji dan mentadaburinya, tidak mengamalkannya, tidak mengajarkannya, tidak menghafalnya padahal mampu, dan tidak mendakwahkanya. Padahal itu semua adalah kewajiban setiap kita terhadap Al Quran.

Penulis : Nasrullah, Lc.,MH (dosen mahad Imarat Bandung & mahad aly Kulliyatul Madinah Tasikmalaya)

bila ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa melalui email beliau nasrul.kng@gmail.com . Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *