Buah Sabar Penantian Doa

Tadabur QS 3:39

Adalah Nabi Zakaria ‘alihis salam, seorang Nabi yang diutus oleh Allah untuk menyeru kaumnya kepada iman dan tauhid, serta akhlak mulia. Disaat kaum tersebut telah jauh dari tuntunan kitab suci, riba merajalela, rasisme begitu kuat, monopoli kekayaan hanya dikalangan kaum ningrat, dan paling parahnya para tokoh agama berani mengutak atik isi kitab suci mereka sesuai dengan hasrat hawa nafsu kekuasaan dan keserakahan.

Disisi lain, Nabi Zakaria as yang tidak henti-hentinya siang dan malam berdakwah kepada kebaikan dan iman, tengah diuji dengan tidak memiliki keturunan, istri beliau mengalami infertilitas (tidak bisa hamil), yang secara logika mustahil memiliki anak, lihat qs 3:40.

Kondisi tersebut tidak disia-siakan oleh musuh dakwahnya dari kalangan tokoh agama yang setiap saat menghasut masyarakat untuk menjauhi dan menolak dakwah dan nasehat Zakaria as, mereka menjadikan hal tersebut bahan olok-olok dan hinaan, hingga mengaitkannya dengan nubuwat (status kenabian) Zakaria as, dengan tujuan agar kaumnya serta para muridnya yang sudah beriman menjadi ragu dan goyah.

Zakaria as, sejak usia pernikahannya hingga usia 100 tahun, terus berdoa dan memohon diberikan keturunan yang saleh (dzuriat tayyibah), sebagaimana dikisahkan dalam al Quran 3:38. Beliau tidak putus asa dan selalu optimis akan keajaiban dari Allah, meski beliau sudah tua dan istrinya pun tidak bisa hamil (mandul).

Penantian panjang itu, pada akhirnya berbuah manis. saat usia beliau menjelang 100 tahun, Allah pun menunjukkan kuasa-Nya, memberi anugerah kepada siapa yang dikehendaki, bahkan melebihkannya dari apa yang diminta.

Dalam doanya, Zakaria as hanya memohon anak yang berkarakter Shaleh saja. Tapi Allah memberinya, berkat kesabarannya itu, seorang Anak yang memiliki 5 karakter utamaan dan istimewa. Hal itu diabadikan dalam Al Quran surat 3: 39, yang artinya:

“Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang z`membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang shalih.”

Keutamaan tersebut berdasarkan ayat diatas :

  1. Dipilihkan nama untuknya; Yahya
  2. Beriman dan menjadi pengikut    Nabi Isa as ( mushaddiqan)
  3. Sebagai panutan dan pemuka kaum (sayyidan)
  4. Seorang yang suci, terjaga dari hawa nafsu dan syahwat (hashuran)
  5. Dipilih Allah menjadi Nabi (nabiyyan).

Untuk itu, teruslah berdoa dan yakin dengan penuh sabar. jangan pernah putus asa dari kasih sayang Allah dan nikmat-nikmatNya. Jangan lelah berdoa, hingga keajaiban menjadi nyata.

Semua akan indah pada waktunya.

Penulis : Nasrullah, Lc.,MH (dosen mahad Imarat Bandung & mahad aly Kulliyatul Madinah Tasikmalaya)

bila ada pertanyaan dan diskusi lebih lanjut bisa melalui email beliau nasrul.kng@gmail.com . Baarakallahu fiikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *